Merindukanmu (D’ Masiv)

November 25th, 2008 by eds-sir

Aku sangat suka sekali lagu ini.

jadi ingat Bapak dan Ibuku.

 

Merindukanmu (D’ Masiv)

Saat aku tertawa di atas semua
Saat aku menangisi kesedihanku

Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang

Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan
Ku kan slalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada di mana
Dengarkan aku ku merindukanmu

Saat aku mencoba merubah sgalanya
Saat aku meratapi kekalahanku

Dengarkan aku ku merindukanmu

Proposal Untuk Cinta

November 24th, 2007 by eds-sir

Proposal UntuK Cinta

Kunamakan ini proposal untuk Cinta.

Dengan maksud yang baik akan kuungkapkan Tujuan dari maksud aku  mengenal kamu.

Walalupun apapun yang engkau ungkapkan aku akan selalu bersabar, aku akan mencoba selalu tenang.

Segala proses itu pasti ada jalannya, mencari tahu, mencoba dengan berbagai cara untuk mencapai Tujuan, melakukan pembahasan-pembahasan, untuk mencapai Kesimpulan dan saran-saran.

Dan semua itu ada pada Proposal  Cintaku Kepadamu.

Ya Allah Tunjukan Aku ke Jalan yang Lurus. Jika Memang dia Adalah Jodohkku maka dekatkanlah aku kepadaku, Namun Jika memang bukan dia Jodohku. Maka Aku akan tetap meyakini Bahwa Engkau ya Allah akan memberikan Jodoh yang terbaik kepadaku.

Amin

Karena Dirimu yang lebih indah

July 23rd, 2007 by eds-sir

Karena Dirimu yang lebih indah
sumber : eramuslim.com

Oleh Cahaya Khairani

Wajah Rahma tersaput kabut. Gelisah hatinya tak mampu ia singkirkan. Meski telah berusaha tak memikirkan sindiran kakak-kakak iparnya, namun tetap saja sindiran mereka mengganggu perasaannya yang halus.

Belum genap satu tahun Rahma meninggalkan rumah kedua orang tuanya menuju Jakarta. Bersama gadis ciliknya yang baru berumur dua tahun, Rahma menyusul sang suami yang telah lebih dahulu ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Enam bulan sudah mereka hidup terpisah. Setelah sang suami memperoleh pekerjaan tetap barulah Rahma bersama gadis ciliknya menyusul ke Jakarta.

Di Jakarta, Rahma tinggal bersama keluarga besar sang suami dalam satu atap. Ada banyak kamar di rumah itu, setiap kamar berisikan kakak-kakak ipar dan keluarganya. Sisa kamar yang lain disewakan pada orang lain. Rahma dan gadis ciliknya menempati kamar sang suami. Hanya kamar sempit itu privacy mereka. Dapur dan kamar mandi digunakan bersama. Tak ada ruang tamu maupun ruang keluarga. Sungguh berbeda dengan rumah orang tuanya yang luas dan indah, namun selalu mengajarkan kesederhanaan.

Kakak-kakak sang suami, mempunyai gaya hidup yang berbeda dengan yang selama ini di anut Rahma. Konsumtif dan Pragmatis, demikian gaya hidup yang di anut oleh keluarga besar sang suami, dan sedikit banyak juga mengalir dalam darah sang suami. Namun, karena ketaqwaan sang suami-lah gaya hidup konsumtif dan pragmatis itu tak terlalu meluap keluar. Apalagi di saat seperti ini, saat-saat di mana kondisi perekonomian keluarga mereka masih labil. Gaji sang suami yang belum lama kerja dan masih berstatus karyawan kontrak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan susu si kecil. Dengan kondisi begini tak mungkin mengikuti gaya hidup konsumtif kakak-kakak sang suami.
Kalaupun perekonomian keluarga mereka stabil, Rahma tetap tak berminat menganut gaya hidup seperti itu.

Perbedaan gaya hidup. Ini-lah yang kemudian menimbulkan ketidak cocokan antara Rahma dan kakak-kakak iparnya. Hampir setiap hari kakak-kakak iparnya berbelanja barang baru. Bukan masalah bagi Rahma. Tak sedikitpun rasa iri terlintas di hatinya bila kakak-kakak ipar memamerkan barang belanjaan mereka. Menjadi masalah bagi Rahma, bila kakak-kakak iparnya itu mulai menyindir dirinya yang hampir tak pernah berbelanja.

Seperti hari ini, kakak-kakak ipar menyindirnya karena tak satu pun perhiasan emas yang menggantung di pergelangan tangan ataupun lehernya. Hanya sebuah cincin nikah saja yang melingkar di jari tengahnya, itu pun pemberian ibu mertua. Begitu pula gadis ciliknya. Tak satupun emas menghiasi anggota tubuh gadis ciliknya itu.

Semula Rahma tak peduli, namun karena tak sekali dua kali kakak-kakak ipar menyindirnya, mau tak mau, suka tidak suka, Rahma hanya dapat berdiam diri walau hati teriris-iris.

"Apakah… Perempuan harus memakai perhiasan…

.?" Tanya Rahma pada sang adik yang tengah berkunjung dari perantauannya di Yogya. Namun pertanyaan Rahma lebih mirip sebuah gumaman. Sang adik, yang seketika menangkap kegelisahan dan kesedihan di hati kakaknya mencoba ber-empati.

"Ada apa, Kak…?" Tanya sang adik penuh perhatian. Rahma menghela nafas berat sebelum menjawab.

"Kakak-kakak ipar. Sering nyindir kakak dan keponakanmu karena gak pernah pakai perhiasan…

."

Sang adik menatap wajah kakaknya. Ia dan kakak sejak kecil saling menyayangi. Selisih usia yang terpaut cukup jauh membuatnya merasa puas dengan kedewasaan dan sifat keibuan sang kakak. Bila ia menangis, kakak akan menghapus air matanya. Bila ia mengantuk, kakak membuainya dengan dongeng sebelum tidur. Kakak juga yang melatihnya melafalkan huruf "R" sehingga lidahnya tak lagi cedal bila membunyikan huruf itu. Dan ketika ia memasuki usia baligh, kakak lah yang mengajarkan dirinya menutup aurat. Kini, sang kakak terlihat kuyu di hadapannya. Betapa inginnya ia menghapus kegalauan hati sang kakak.

"Kenapa harus pakai perhiasan, tanpa perhiasan pun kakak adalah perhiasan yang paling indah…."

Rahma terpana mendengar ucapan sang adik. Kata-kata sang adik yang baru saja didengarnya bagaikan embun yang menyejukkan jiwanya. Ingin sekali lagi ia mendengarnya.

"A..Apa, Dik?", Tanya Rahma. Sang adik menghadapkan tubuhnya pada Rahma untuk memperjelas ucapannya.

"Wanita Sholehah itu kan sebaik-baiknya perhiasan, Kak… jadi kakak gak perlu sedih karena gak pakai perhiasan. Perhiasan itu ada dalam diri kakak. Lebih indah malah…"

Mendengar perkataan sang adik, wajah Rahma berubah cerah. Rasa percaya dirinya kembali mengembang. Sang adik telah menghempaskannya pada sebuah kesadaran. Untuk apa sibuk memikirkan dan mengumpulkan perhiasan dunia, bukankah lebih baik sibuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah agar menjadi wanita sholehah? Bukankah wanita sholehah adalah perhiasan yang lebih indah dari perhiasan manapun di dunia? Tak perlu emas dan permata untuk percaya diri. Tak butuh berlian untuk tampil mempesona. Kesholehan telah mencakup itu semua.

Rahma tersenyum manis. Senyuman termanis yang pernah sang adik lihat.

"Terima kasih, adikku…."

Kakak beradik itu pun berpelukan.

Dunia adalah perhiasan.
Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.

Jogjakarta, Juni 2007 -Cahaya Khairani-

Cinta Begini

May 26th, 2007 by eds-sir

Tangga - Cinta Begini

Aku bisa terima meski harus terluka
Karena ku terlalu mengenal hatimu
Aku telah merasa dari awal pertama
Kau takkan bisa lama berpaling darinya

Ternyata hatiku benar
Cintamu hanyalah sekedar tuk sementara
Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini

Karena cinta tak akan ingkari
Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima…

Ku tak bisa terima…
Bila terus tak setia…
Menghianati dia…
Menduakan cinta…

Ternyata hatiku benar
Cintamu hanyalah sekedar tuk sementara
Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini

Karena cinta tak akan ingkari
Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima…

Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini

Karena cinta tak akan ingkari
Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima…

Ketika semuanya tampaknya telah Berakhir

May 26th, 2007 by eds-sir

Ketika semuanya tampaknya telah Berakhir

Ketika semuanya tampak telah berakhir, Namun disitulah justru kebahagiaan berawal. Memang tidak semua hal harus diperjuangkan, Namun segala hal itu harus Dipertimbangkan.

Kebahagianmu adalaha kebahagian ku Juga. Tetapi belum tentu kebahagianku adalah kebahagianmu. Sesuatu sudah mendapatkan takdirnya, Sesuatu sudah mendapatkan sesuatu pula yang cocok.

Wanita dengan Pria, Gelap dengan Terang, Si Kaya dengan Si Miskin Mungkin ini bisa menjadi perumpamaan yg nggak cocok. hehehe

Life must Goes on. Life never seen behind. But History is some thing to Learn. To get something more seriously Kutujukan ini untuk teman-temanku yang selalu mendukungku dan mengerti disaat diriku bersedih. Thanks Folks you are the best. I love you all.

Susahnya

May 3rd, 2007 by eds-sir

Susahnya Mengerti mengenai hal ini.

Menyayangi……

Menyakiti…..

Kok tipis ya bedanya?????

Seperti Plastik Wrapper Tipis Banget.

BUNGA DI TAMAN

July 26th, 2006 by eds-sir

BUNGA DI

TAMAN

Bunga Mawar merah di taman

Kini dirimu telah Mekar merekah

Senyummu membawa orang selalu memandangmu

Kehidupan telah membawamu dewasa

Hujan Badai kehidupan telah membuatmu kuat

Namun Hujan itu berhenti dengan sendirinya

Namun Badai itu berhenti dengan sendirinya

Namun dirimu tetap berdiri disitu

Dan selalu tetap berada disitu

Tetap Mekar merekah mawarku

Tetap berilah senyummu Kepada dunia

Tetaplah rendah hati

Tetaplah selalu tenang dalam menghadapi permasalahan

Aku ingin selalu memandangmu,

Aku ingin selalu ingin mengagumimu

Aku ingin selalu mencium wangimu

Tapi tidak untuk memetikmu, karena kau tidak untuk dipetik

Ingin sekali setiap hari aku memandangmu

Hilang dahaga ini ketika memandangmu.

Hilang lapar ini ketika mencium wangimu.

Tetaplah tersenyum Mawarku

Tetap berilah senyummu kepada Dunia.

Rgds – EDS

Hidup

July 5th, 2006 by eds-sir

pHari-hari berlalu

Kadang-kadang mendung kadang-kadang cerah

Kesedihan kadang datang kemudian berlalu

untuk apa dipikirkan

ada baiknya dikerjakan

Dengan siapa, apa , mengapa, hendak kemana dan bagaimana ?

Ini semua yang selalu menjadi pertanyaan dalam hidup

Hidup cuma satu kali, aku tidak tahu bagaimana akhir dari semua ini?

Bagaimana drama ini akan berakhir.

Berlalu lah… dan berlalu lah

Padahal Dia Dulu Teman saya

March 26th, 2006 by eds-sir

Padahal Dia Dulu Teman saya

Siapakah Dia

Dia adalah Teman saya?

Mengapa dia memusuhi mu?

Aku enggak tahu kenapa?

Mungkin itu adalah memang cara untuk aku selalu diingatkan.

Dengarkan siapa yang mengkritikmu.

Maka kamu akan selalu menjadi kuat.

Belajarlah untuk memperbaiki diri

Maka diri kita akan selalu menjadi baik.

Padahal Dia dulu adalah Teman saya.

Dimana segala tempat yang Aku Percaya.

Waktu memang telah mengubah segalanya.

Dikala segala kepentingan menjadi utama dan menjadi tujuan Abadi.

Maka hilanglah segala pertemanan.

Yang ada hanya Api cemburu iri dengki.

Yang membuat hati  menjadi panas.

Yang membuat hati menjadi terbakar.

IRI Dengki adalah kata-kata Setan.

Harta adanya hanya sekejap.

Kesenangan adanya hanya sekejap.

Semuanya yang ada di dunia sifatnya sementara.

Ya Allah jika memang saya memiliki salah perbaikilah saya

Jika saya memilki kesombongan mohon ampunilah saya

Tiada kuasa kecuali darimu Ya Allah.